Beda Siswa Beda Mahasiswa

kuliah

Bulan September ini merupakan bulan istimewa bagi para mahasiswa baru di kebanyakan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Jawa Tengah dan DIY ini. Pasalnya, ini merupakan kali pertama mereka menjejaki kampus untuk menuntut ilmu. Bagi Anda para mahasiswa baru, begitu menjejakan kakinya di hari pertama perkuliahan, pasti merasakan banyak perbedaan ‘bergelantungan’ di setiap sudut kampus. Dunia kampus memang sangat berbeda jika dibandingkan dengan dunia anak sekolah. Dilihat dari banyak dimensi memang tak sedikit kiranya perbedaan itu ditemui. Mulai dari penampilan, jadwal masuk kuliah, lingkungan, dan masih banyak lagi.

Dilihat dari penampilan, jelas sudah terlihat perbedaannya. Ketika masih duduk di bangku sekolah, Anda dituntut untuk mengenakan seragam, sedang di bangku kuliah Anda diperbolehkan mengenakan pakaian bebas. Meski harus tetap rapi dan sopan. Di beberapa PTN contohnya, untuk calon pendidik, bahkan sudah ada ketentuan bagaimana mahasiswanya harus berpenampilan.

Beda siswa, beda mahasiswa. Di bangku sekolah, kita mungkin dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran. Sedangkan di PT kita bisa memilih jurusan yang kita sukai. Tentu hal itu akan mempermudah proses kita dalam menempuh pendidikan di PT, bukan?. Tapi perlu diingat, bukan berati kita tidak butuh untuk mempelajari yang lain. Kita pun perlu tahu di luar spesialis kita, hanya saja tidak mendalam. Karena ciri seorang mahasiswa itu terkenal dengan intelektualnya, dengan wawasannya. Contoh kecilnya saja ketika sampai di kampung halaman, secara umum orang-orang akan memandang kita sebagai seorang mahasiswa yang memiliki intelektual, tidak terlalu peduli jurusan apa yang kita ambil, yang mereka tahu kita adalah mahasiswa yang punya wawasan luas dan serba bisa.

Jadwal kuliah. Di bangku sekolah biasanya Anda akan mengikuti pelajaran dari pagi sampai siang. Nah, di bangku kuliah beda lagi. Jadwal bisa kita atur, kecuali untuk beberapa PT yang memang sudah mengelompokan mata kuliah dalam Rombongan Belajar (Rombel). Maka tak jarang ada mahasiswa yang memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat mengatur waktunya seefektif mungkin, bahkan bisa diluangkan untuk bekerja seperti bekerja di toko atau menjadi guru les, yang hasilnya bisa digunakan untuk menabung atau justru digunakan untuk membayar biaya kuliah.

Selain itu, jika Anda memperhatikan proses belajar mengajar, tentu Anda juga akan menjumpai perbedaan. Jika dulu ketika di bangku sekolah kita sering di kejar-kejar guru untuk segera mengerjakan tugas, lain halnya dengan di kampus. Bisa jadi justru kita yang mengejar-ngejar dosen guna meminta tambahan tugas lantaran ada nilai yang kurang.

Bagi Anda yang sudah sejak lama mengincar beasiswa, ini dia kabar bagusnya. Banyak sekali kesempatan bagi Anda untuk mendapatkan beasiswa. Tinggal sering-sering saja Anda mencari informasi beasiswa. Jangan menunggu, sekali lagi di PT berbeda dengan di sekolah yang apa-apanya diumumkan oleh guru. Di PT kita harus eksra giat mencari informasi, Bung!

Menjadi mahasiswa jelas dituntut untuk mandiri. Mandiri mengatur perekonomian, mandiri dalam segala hal. Jika dulu sewaktu Anda masih tinggal bersama orang tua terbiasa mengerjakan segala sesuatunya sendiri, tentu hal seperti ini tidak jadi soal. Semua akan dapat Anda kerjakan dengan mudah. Namun, bagi Anda yang belum terbiasa melakukan apa-apanya sendiri, tentu bakal kerepotan. Dan ini adalah waktu yang tepat untuk memulai. Ya, memulai untuk belajar. Disinilah sarana untuk mendewasakan diri. Perlu diperhatikan, kita adalah mahasiswa. “Maha” berarti besar, kita adalah siswa yang paling besar tatarannya. Sudah selayaknya kita menjadi teladan para siswa.

Mahasiswa memang terkenal dengan intelektualnya. Wawasannya yang luas, kritis dan solutif. Tapi itu semua kembali lagi kepada diri masing-masing dari kita. Siapa yang mau memanfaatkan fasilitas yang ada dengan maksimal dan siapa yang mau mengambil peluanglah yang mendapatkan ilmu lebih. Bukan orang yang kerjaannya 4K (kuliah-kos-kantin-kampung). Banyak fasilitas tersedia sebenarnya, terbuka lebar bagi mahasiswa yang mau mengambil peluang. Lembaga kemahasiswaan contohnya, sarana-sarana itulah yang akan membantu meningkatkan kapasistas kita. Dan tentunya harus banyak membaca buku. Bukankah kritis dan solutif adalah ciri seorang mahasiswa? Jelas hal itu akan bisa didapat dari yang namanya membaca. Tanpa membaca, kedua kemampuan itu hanyalah angan belaka.

Dunia kampus. Orang bilang kampus adalah miniatur sebuah negara. Memang tidak salah. Hampir semuanya ada di sini. Keragaman masyarakat kampus, lingkungan yang beraneka ragam, dan banyak lagi. Apa pun yang kita mau katakanlah ada di sini. Terfasilitasi dengan lengkap. Baik maupun buruk. Tak jarang banyak perubahan yang terjadi pada seseorang begitu memasuki dunia kampus. Ada yang berubah ke arah positif dan ada pula yang ke arah negatif. Semua bergantung pada diri masing-masing. Meski pada banyak kasus, diakibatkan oleh pergaulan. So, Anda harus ektra hati-hati dalam memilih teman bergaul. Jangan sampai kerja keras orang tua Anda dibalas dengan sebuah kekecewaan. Karena bagi Anda yang menginginkan kebebasan, bisa jadi di sinilah Anda akan menemukan kebebasan karena jauh dari orang tua. Tapi Anda harus ingat, di ujung bumi sana ada sebuah harap yang begitu besar pada diri Anda dari seseorang yang Anda sebut Ayah dan Ibu.

5 thoughts on “Beda Siswa Beda Mahasiswa

  1. Keren dab bagus, sip lah.

    namun ada sedikit koreksi di sisini. Pada alinea ke 7 baris ke 6 ada kalimat yang ambigu dan tidak jelas maknanya. Jadi alangkah baiknya jika di ganti dengan kata “untuk”.

    Semangat terus!!! 😀

  2. kuliah itu pertama, organisasi juga utama, udah besar udah bisa berpikir yang terbaik bagi dirinya, silakan berkreasi sebebas apapun, Allah Maha Melihat….hehehe

    • Kuliah memang pertama, organisasi juga penting.. jadi? Harus seimbang pastinya. Karena kuliah bukan untuk organisasi.
      Ya, berusaha untuk selalu seimbang. Berusaha.. dan berusaha! Allah Maha Melihat. 🙂

Leave a Comment