Idealisme, Pilihan, dan Partner Perjuangan

images (1)Herlam, atau biasa dipanggil Lam, adalah seorang jurnalis Idealis dengan satu orang anak yang bernama Gilang. Ia adalah karakter dalam film Alif Lam Mim yang secara tidak langsung mengajarkan kita tentang sebuah keberanian. Ya, keberanian dalam menentukan sebuah keputusan besar. Bahwa tidak ada yang perlu ditakutkan ketika menentukan keputusan sesuai dengan apa yang diyakini. Meski ia harus kehilangan pekerjaannya (mungkin juga sekaligus dengan rekan-rekan kerjanya), popularitasnya sebagai jurnalis dengan setumpuk prestasi yang mungkin akan ia raih jika mengabaikan kata hatinya, dan di akhir ia bahkan harus kehilangan istrinya. Tapi begitulah pilihan, ia selalu dihadirkan satu paket dengan konsekuensi. Tapi bukankah Tuhan Mahakaya?

Di titik ini memang menjadi sebuah dilematis yang serius bagi Lam. Tapi bersyukur ia punya Gendis, seorang istri yang siap berjuang bersama di sisa usianya. Dan benar, Gendis membersamai Lam sampai tutup usia ketika membela diri dan berusaha melindungi Gilang dari segerombolan orang yang berniat membunuh mereka.

Ada yang menarik dari hadirnya sosok Gendis dalam film ini. Kau masih ingat, bukan, kata-kata Gendis ketika meyakinkan Lam? Sebuah monolog yang menghadirkan karakter Gendis secara sempurna sebagai seorang partner perjuangan. Di sini saya hanya mengutip sebagian, atau bahkan tidak ada sebagian.

“Kalau kamu takut nggak ada uang karena mikirin aku dan Gilang, itu sama aja kamu nggak ngasih kesempatan ke aku dan Gilang buat nemenin kamu berjuang, justru ini kesempatan kamu buat titip tauladan ke Gilang, supaya dia bisa melihat sendiri, bagaimana ayahnya menentukan sikap, bahwa dia punya ayah yang tajam mata hatinya, yang selalu berusaha adil menilai mana yang benar dan mana yang kelihatannya benar.
Aku takut jadi istri yang membuat suaminya tuli, gak bisa dengar kata hatinya sendiri.
Cuma kamu yang bisa ajarin aku untuk nggak bergantung sama uang. Nggak takut sama dunia.”

Semoga bisa menjadi bahan perenungan..

Semarang, 12 April 2016
_Ira D._

Leave a Comment