Asal Copas (Copy Paste)

Copas alias copy paste, pasti udah nggak asing lagi, kan, di telinga kita? Kita juga pasti pernah melakukannya, kan? Entah Copas tulisan orang lain atau tulisan sendiri. Copas juga bisa jadi masalah yang besar kalau kaitannya dengan sebuah karya alias berhubungan dengan hak cipta. Eit, tapi kali ini aku lagi nggak pengin bahas Copas yang kaitannya dengan hak cipta ya, Guys, melainkan tentang sebuah fenomena “Asal Copas” yang aku jumpai beberapa hari yang lalu. Dari fenomena tersebut, aku jadi semakin yakin bahwa ternyata di negeri kita ini budaya membaca memang bener-bener sangat rendah. Aku pribadi bukan orang yang gila banget baca, cuma jika terkait Copas meng-Copas atau aktivitas di dunia Sosmed lainnya seperti like dan share, aku sedang belajar untuk lebih hati-hati.

Nah, jadi gini, Guys, ceritanya. Beberapa hari yang lalu aku menjumpai sebuah fenomena yang menurutku begitu menggelitik. Hal yang simple banget sih, hanya percakapan di grup WhatsApp. Berawal dari kabar bahagia salah seorang kawan yang menggenapkan separuh agamanya alias menikah, sebut saja Mawar. Saat itu ada kawan lain yang nge-share foto penikahan Mawar tersebut, sebut saja Melati. Setelah si Melati nge-share foto pernikahan Mawar, sudah tentu banyak yang mendoakan ya, Guys. Nah, ini dia fenomena yang menurutku begitu menggelitik.

Barakallulakuma wabaroka’alaikuma wajama’a bainakuma fii khoir,” tulis salah satu anggota grup. Sontak tujuh orang dibawahnya menuliskan hal yang sama. Padahal harusnya tulisannya berbunyi, “Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaikuma wa jama’a bainakuma fii khoir.” Dari total 9 orang yang menuliskan doa tersebut, hanya dua yang menuliskan dengan benar tanpa meng-Copas tulisan yang berbunyi kurang tepat tersebut. Hm.. Aku cukup heran, tapi urung untuk meluruskannya di grup, hanya nge-chat personal salah satu di antara mereka—yang cukup dekat denganku—dan ternyata benar, katanya dia memang langsung Copas aja, tanpa meneliti bahwa tulisan tersebut kurang tepat.

Nah, Guys, dari kejadian ini, kita jadi bisa ngukur, ternyata memang rendah banget ya, minat baca kita. Sampai tulisan pendek aja nggak dibaca. Terlebih, ini kaitannya dengan doa, kalau salah tulis, pastinya juga mempengaruhi arti, kan? Bagus kalau nggak ada artinya sekalian, nah kalau malah artinya jadi jelek, gimana? Ya semoga cukup bisa jadi pelajaran ya, Guys. Terutama untuk aku pribadi, sih. Sadar banget aku bukan orang yang teliti-teliti amat, sering lupa lagi. Haha

8 thoughts on “Asal Copas (Copy Paste)

Leave a Comment