Yang Muda Yang Berkarya, Yang Muda Yang Bermanfaat Bagi Sesama

Siang tadi aku berkesempatan untuk mengunjungi suatu event kreativitas anak muda di kota tempat aku dilahirkan, Kabupaten Banjarnegara. Hari ini merupakan hari ketiga event tersebut diselenggarakan. Beruntung aku bisa turut serta menghadirinya.

Adalah Wing Craft Expo, Banjarnegara Youth Creativity Center,  sebuah event yang menurutku menarik untuk dikunjungi dan yang pasti menarik untuk diambil pelajarannya. Kenapa demikian? Karena aku anak muda. Dari jawaban sesederhana itu, cukup untuk menjadi alasan kenapa event tersebut aku bilang menarik.

Anak muda, yang muda yang berkarya, yang muda yang bermanfaat bagi sesama. Bergitulah pelajaran yang aku dapat ketika mengunjungi event yang diselenggarakan oleh Indagkop UKM Banjarnegara bekerjasama dengan Banjarnegara Comunity University ini. Aku menjumpai pemuda-pemuda kreatif di sana lewat karya-karyanya, bahkan bukan hanya itu, tapi juga pemuda-pemuda yang berusaha bermanfaat bagi sesama.

Hari ini, Wing Craft Expo yang berlokasi di Pusat Kuliner Banjarnegara (sebelah barat pom bensin kota/Ex Gedung Pertanian) Jl. Pemuda No. 73 Banjarnegara, cukup ramai didatangi pengunjung, mulai dari anak kecil, kaum muda, bahkan orang tua. Memang siang hari tadi cukup panas, tapi ternyata event tersebut tetap bisa memancing antusias pengunjung. Bahkan ada juga ternyata pengunjung yang dari kabupaten tetangga seperti Purbalingga, aku tahu karena aku sempat berkenalan dengannya.

Usai memarkir motor, aku memasuki gedung tepat event tersebut digelar. Aku butuh berkeliling beberapa saat untuk melihat keseluruhan stand, sebelum akhirnya kuputuskan untuk berhenti di beberapa stand yang aku anggap menarik untuk dikunjungi dan diapresiasi.

Siluet Craft, begitu nama stand pertama yang aku kunjungi pada event yang berlangsung mulai tanggal 14-17 Februari 2018 ini. Aku takjub melihat karya-karyanya. Kenapa? Karena aku tidak bisa membuat karya seperti karya Mas Endol—pemilik usaha Siluet Craft—tersebut. Tapi meski demikian, aku jadi lebih percaya diri bahwa kita bisa, kok, seperti mereka. Semangatnya, optimismenya, dengan kreativitas yang berbeda tentunya. Ya, kita bisa memaksimalkan apa yang bisa kita lakukan, menggali kreativitas kita, menciptakan sebuah karya terbaik yang bisa kita persembahkan, syukur-syukur karya tersebut bermanfaat. Benar kata orang, tak perlu hiraukan nyinyiran orang lain, semua usaha pasti berawal dari titik nol, bukan?

Stand Siluet Craft

Contoh karya dari Siluet Craft

Well, selanjutnya aku tertarik pada sebuah stand yang sama-sama dikelola oleh anak muda. Bahkan salah satu dari mereka aku telah mengenalnya. Yap, stand Kopi Sabin! Sedikit banyak tahu tentang perjuangan mereka untuk mengelola potensi yang ada di tanah ini, Banjarnegara. Ya, mereka, Mas Danu dan dua rekannya, mencoba mengelola potensi kopi hingga membuat kopi asli Banjarnegara banyak dikenal seperti sekarang ini. Aku salut dengan mereka. Mereka tidak hanya berpikir tentang bisnis yang keuntungannya untuk pribadi, tapi juga tentang nilai manfaat ketika mereka mengelola potensi yang ada di daerah tempat mereka tinggal.

Stand Kopi Sabin

Pada akhirnya memang kita sendiri yang menentukan, mau bagaimana dan seperti apa peran kita sebagai pemuda. Mau diam atau berkarya, mau biasa-biasa saja atau menjadi bermanfaat. Belajar dari Mas Endol dan kawan-kawan, kreativitas memang tanpa batas, sepanjang hal tersebut tidak melanggar yang seharusnya tak dilanggar. Belajar dari Mas Danu dan kawan-kawan, bahwasanya banyak ladang yang bisa kita kelola untuk bisa menjadi bermanfaat bagi sesama. Meski dari hal yang kecil sekalipun, berangkat dari kecintaan terhadap kopi misalnya. Begitulah, pada akhirnya memang kita sendiri yang menentukan. Iya, kan?

Artikel ini diikutsertakan pada Blog Competition Wing Craft Expo yang diselenggarakan oleh Indagkop Banjarnegara bekerja sama dengan GenMile Banjarnegara.

6 thoughts on “Yang Muda Yang Berkarya, Yang Muda Yang Bermanfaat Bagi Sesama

Leave a Comment