Kali Pertama Melukis Bulu Ayam, Bagaimana Rasanya?

Bagi lulusan jurusan seni rupa, lukis melukis sudah barang tentu merupakan ‘makanan sehari-hari’ ya.. So, bagi mereka anak-anak seni rupa, melukis suatu benda sudah tentu hampir tidak ada kendalanya. Kalau pun ada, ah paling hanya hal kecil saja. Berbeda denganku tentunya, yang bisa dibilang (sangat) baru mengenal cat lukis, kuas, dan kawan-kawannya.

Nah, kali ini aku ingin sharing tentang pengalaman pertamaku melukis bulu ayam. Nah lho, bagaimana, tuh, rasanya? Jadi begini, ini merupakan permintaan pemesan karyaku, awalnya agak bingung juga melukisnya mau bagaimana, meski pada akhirnya beres juga ditangani. Maklum, ya, aku masih sangat junior.

Well, akhirnya aku eksekusi juga pesanan tersebut setelah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan. Kali ini aku melukis menggunakan cat air, jadi bahan-bahan yang dibutuhkan sudah tentu ada cat air ya, Guys. Selain itu, tentu saja ada air yang sudah disiapkan di gelas ataupun wadah lain (untuk dicampur dengan cat maupun untuk membersihkan kuas) dan kertas khusus cat air atau water color paper. Kertasnya aku pakai merk Artemedia, dia termasuk kertas yang standar menurutku. Harganya juga terjangkau, ukuran A4 sekitar Rp36.000 dengan isi 12 lembar.

Selain bahan, ketika kita akan melukis, tentu kita harus menyiapkan alat ya, Guys. Nah, alat melukis tentu saja ada kuas. Aku menggunakan kuas ukuran 6 (kalau tidak salah), ini aku beli dengan harga dua ribuan. Murah banget, kan? Asalkan ujungnya bagus, runcing gitu, dan nyaman dipakai, harga murah pun tidak masalah. Itu untuk melukis bulu ayamnya, untuk background-nya aku menggunakan kuas lain.

Sebelum memulai melukis, aku biasanya cari referensi dulu, termasuk dalam melukis bulu ayam ini. “Amati, tiru, modifikasi,” aku masih menggunakan rumus itu sampai sekarang. Dari sekian banyak bentuk dan variasi lukisan bulu ayam, akhirnya bentuk simple  inilah yang aku pilih,  dan………. Voilaaaaaaaa! Jadilah seperti foto di bawah ini. ^^

Hand Lettering dengan Background Lukisan Bulu Ayam Pertamaku

Aku sengaja membuat lukisan bulu ayam dengan percampuran beberapa warna. Begitupun dengan background-nya, yang berupa abstrak warna-warni agar selaras dengan lukisan bulu ayam tersebut. Terakhir, aku kasih frame warna putih untuk menyeimbangkan warna yang agak gelap (ini saran dari pemesan, sih,  sebenarnya. Hehe).

Begitulah, Guys, pengalaman pertamaku melukis bulu ayam. Kalau ada kritik dan saran, boleh banget, lho, disampaikan. Aku akan dengan senang hati menyimak. Apalagi kalau mau pesan hand lettering, sudah pasti boleh bangeeeeettttt, lho. Huehehe

Oya, terima kasih buat yang sudah pesan, sebenarnya sudah lama juga aku ada ketertarikan dengan bulu ayam. Kenapa? Karena menurutku bulu ayam itu begitu manis untuk dijadikan bahan dekorasi. Ye kan, ye kan, yeee kaaaan?

6 thoughts on “Kali Pertama Melukis Bulu Ayam, Bagaimana Rasanya?

Leave a Comment