Novel Kolaborasi? Ya!

Foto2151

Aku punya mimpi kawan.. kau tahu apa mimpiku? Ah, kau pasti tak tahu. Sebuah mimpi yang selalu nongol ketika aku teringat novel Siluet Senja. Ya, salah satu novel yang paling aku suka. Inilah satu di antara sekian banyak mimpi-mimpi besarku kawan. Mimpi besar? Ya! Kau boleh tertawa, jika menganggap ini hal yang sepele. Silakan, aku tak melarang… hanya saja kupastilkan jika Dia sudah berkata kun, fayakun. Aku percaya itu, dan kau harus siap menarik tawamu…

Read more

Sinopsis Novel Siluet Senja

2120762

Pijar itu…

Memberikan hangat di ronggaku

Menggeliat pelan mengalir membasuh kebekuan dalam lorong sunyi bilik jantungku

Dan kala kucoba tuk raih pijar itu,

Jari dan tanganku gosong dan meleleh

Urung…

Segala asa yang tertanam gagal tuk kuraih

Lewat isyarat sebuah pijar…

Read more

Gila!

Dingin… agaknya itu yang begitu terasa saat ini. Ya, saat ini, di tempat ini, di lantai tiga Masjid Ulul Albab Unnes dingin itu menyergapku hingga menusuk sendi-sendi tulangku. Hembusan dingin nan tajam itu tak segan-segan mengepungku. Ia datang dari segala arah lewat celah-celah tembok yang justru mengizinkannya masuk. Ya, masuk kemudian menerkamku.

Read more

Seharusnya Cinta seperti Secangkir Kopi

scssc

Jika kita mau menilik novel-novel lama, maka akan sangat terlihat perbedaannya antara novel-novel lama dengan novel-novel zaman sekarang. Novel-novel lama yang sekarang masih beredar di pasaran merupakan karya dari para penulis yang terkenal (kebanyakan). Tapi jika mengamati novel-novel zaman sekarang, banyak dijumpai novel-novel dari penulis yang tidak terlalu terkenal atau bahkan belum terkenal. Wajar saja jika banyak koreksi di mana-mana. (tapi tidak semua lho.. 🙂 ).

Kali ini saya sedang ingin menyoroti novel angkatan 2000’an, novel ini terbit tahun 2011. Sekadar berbagi saja sih, semoga saja bisa menambah wawasan.

Judul Buku                   : Seharusnya Cinta Seperti Secangkir Kopi

Pengarang                    : Ricola Paserror

Penerbit                        : Gadah Mada Press

Cetakan                         : Cetakan 1, Juli 2011

Tebal Buku                   : 1,1 cm

Jumlah Halaman       : 236 halaman

Jenis Buku                   : Fiksi

Read more

Aku Adalah Gadis Kecil 19 Tahun

[Tulisan ini aku persembahkan untuk dia yang menyayangiku, untuk dia yang memberikan perhatian lebih padaku. Ya, dia.. Bibiku…

Semoga Allah memberikan kesembuhan padamu, Bibi.]

 

Aku Adalah Gadis Kecil 19 Tahun

“Ova, sebentar lagi Mba Arih ke sini. Bikinin kue buat Ova. Anak pinter itu harus apa?”

“Harrrusss sabarrr…”

“Pinter…”

Usia 6 tahun, kala semua masih baik-baik saja. Masih ada perhatian mamah, masih ada guyonan mamah, pun masih ada kekesalan mamah saat aku nakal, meski ia tak menunjukkannya secara langsung.

Hari-hari berlalu. Ada suatu yang aneh yang kutangkap dari mamah, meski aku tak mengerti apa yang terjadi dengan mamah. Mamah tak lagi menemaniku bermain, mamah tak lagi memarahiku ketika aku nakal, bahkan di sudut kamar itu, mamah sering menyendiri. Diam, seperti orang linglung. Sesekali aku penasaran mendekat, tapi ia hanya diam, tak menghiraukanku.

Waktu pun semakin merangkak, merangkak, dan merangkak. Meninggalkan cerita hangat itu, cerita layaknya anak kecil yang renyah dengan tawa bersama orang tuanya. Kini aku lebih sering bermain sendiri, sendiri, dan hanya sendiri. Aku tidak ingin bermain dengan teman-teman, karena aku takut mereka juga tak memedulikanku, seperti mamah yang mungkin lupa bahwa ia punya seorang anak kecil.

Belakangan rumahku ramai, orang-orang berseliweran keluar masuk rumahku. Mereka menemui mamah, mengajak ngobrol mamah, namun anehnya mamah hanya diam kemudian menangis terisak-isak. Aku tak tahu yang terjadi dengan mamah, aku tak mengerti mengapa orang-orang berseliweran keluar masuk rumahku hanya untuk melihat  mamah. Ada yang mereka sebut “Mbah”, ada pula yang mereka sebut “Ki”, aku tak mengerti. Tapi aku tak peduli, aku terus saja hanyut bersama mainan-mainan busuk yang justru seolah mencibirku.

Read more